Home Blog Bagaimana Cara Menyusun Kajian Pustaka untuk Penelitian? Panduan bagi Penulis
Bagaimana Cara Menyusun Kajian Pustaka untuk Penelitian? Panduan bagi Penulis
Penulisan & Referensi

Penulis

Purwanto

Tanggal

28 September 2026

Bagaimana Cara Menyusun Kajian Pustaka untuk Penelitian? Panduan bagi Penulis

Kajian pustaka merupakan bagian penting dalam penelitian karena membantu peneliti memahami pembahasan yang sudah ada sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. Melalui kajian pustaka, peneliti dapat mempelajari teori, konsep, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang sedang dikaji.

Kajian pustaka bukan sekadar mengumpulkan banyak sumber dan mencantumkannya dalam tulisan. Peneliti perlu memilih sumber yang relevan, memahami isinya, kemudian menghubungkan berbagai sumber tersebut dengan fokus penelitian.

Apa Itu Kajian Pustaka?

Kajian pustaka adalah proses mengumpulkan, membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber yang relevan dengan topik penelitian.

Sumber tersebut dapat berupa artikel jurnal, buku akademik, laporan penelitian, prosiding, atau sumber ilmiah lain yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Melalui kajian pustaka, peneliti dapat mengetahui bagaimana suatu topik telah dibahas sebelumnya serta menemukan konsep dan hasil penelitian yang dapat menjadi dasar penelitian.

Fungsi Kajian Pustaka dalam Penelitian

Kajian pustaka memiliki beberapa fungsi penting dalam proses penelitian.

1. Memahami Topik Penelitian

Kajian pustaka membantu peneliti memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai topik yang akan diteliti.

Dengan membaca penelitian sebelumnya, peneliti dapat mengetahui konsep, teori, istilah, dan permasalahan yang berkaitan dengan topik.

2. Menentukan Landasan Teori

Teori yang relevan dapat digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan masalah penelitian.

Peneliti perlu memilih teori yang benar-benar berhubungan dengan fokus penelitian, bukan sekadar mencantumkan teori sebanyak mungkin.

3. Mengetahui Penelitian Terdahulu

Kajian pustaka membantu peneliti mengetahui penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk melihat persamaan, perbedaan, metode, objek, dan hasil penelitian terdahulu.

4. Menemukan Research Gap

Dengan membandingkan beberapa penelitian, peneliti dapat menemukan bagian yang masih belum banyak dibahas atau membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Celah tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan fokus penelitian baru.

5. Mendukung Argumentasi Penelitian

Referensi yang relevan dapat digunakan untuk memperkuat argumentasi dalam penelitian.

Pernyataan mengenai teori, konsep, maupun hasil penelitian sebelumnya dapat didukung dengan sumber yang sesuai.

Sumber yang Dapat Digunakan

Tidak semua sumber memiliki tingkat relevansi yang sama. Peneliti perlu mempertimbangkan kualitas dan kesesuaian sumber dengan topik.

Beberapa sumber yang dapat digunakan antara lain:

  • Artikel jurnal ilmiah

  • Buku akademik

  • Prosiding ilmiah

  • Laporan penelitian

  • Dokumen resmi yang relevan

  • Sumber akademik lainnya

Untuk penelitian tertentu, penulis juga perlu memperhatikan tahun publikasi sumber agar kajian yang digunakan tetap relevan dengan perkembangan bidang yang diteliti.

Cara Menyusun Kajian Pustaka

Kajian pustaka dapat disusun secara bertahap agar pembahasannya lebih terarah.

1. Tentukan Topik dan Fokus Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan topik penelitian dengan jelas.

Fokus yang jelas akan membantu peneliti menentukan kata kunci dan jenis sumber yang perlu dicari.

Misalnya, penelitian membahas hubungan antara penggunaan media pembelajaran digital dan motivasi belajar mahasiswa. Peneliti dapat menentukan kata kunci yang berkaitan dengan kedua konsep tersebut.

2. Cari Sumber yang Relevan

Setelah menentukan fokus, lakukan pencarian sumber berdasarkan kata kunci yang telah ditentukan.

Jangan langsung memasukkan semua sumber yang ditemukan. Pilih sumber yang benar-benar memiliki hubungan dengan masalah penelitian.

3. Baca dan Pahami Sumber

Peneliti perlu membaca sumber secara menyeluruh, terutama bagian yang berkaitan dengan teori, metode, hasil, dan pembahasan.

Hindari hanya membaca judul atau abstrak kemudian langsung menggunakan sumber tersebut sebagai dasar argumentasi.

4. Catat Informasi Penting

Buat catatan mengenai informasi penting dari setiap sumber.

Informasi yang dapat dicatat antara lain:

  • Nama penulis

  • Tahun publikasi

  • Judul penelitian

  • Tujuan penelitian

  • Teori yang digunakan

  • Metode penelitian

  • Objek atau sampel

  • Hasil penelitian

  • Keterbatasan penelitian

  • Hal yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan

Catatan tersebut akan membantu ketika peneliti mulai membandingkan berbagai sumber.

5. Kelompokkan Sumber Berdasarkan Topik

Sumber yang telah dikumpulkan dapat dikelompokkan berdasarkan tema atau konsep tertentu.

Misalnya, sumber dapat dikelompokkan menjadi penelitian mengenai teori utama, penelitian mengenai variabel pertama, penelitian mengenai variabel kedua, dan penelitian yang membahas hubungan antarvariabel.

Pengelompokan membuat kajian pustaka lebih terstruktur.

6. Bandingkan Penelitian Terdahulu

Jangan hanya menjelaskan penelitian terdahulu satu per satu.

Bandingkan penelitian tersebut berdasarkan metode, objek, variabel, teori, dan hasilnya.

Dari perbandingan tersebut, peneliti dapat melihat pola, persamaan, perbedaan, atau celah yang masih dapat dikembangkan.

7. Hubungkan dengan Penelitian yang Dilakukan

Setelah membahas penelitian terdahulu, jelaskan hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan.

Bagian ini penting agar kajian pustaka tidak menjadi kumpulan ringkasan artikel, tetapi menjadi dasar yang mendukung penelitian.

8. Susun Secara Sistematis

Susun kajian pustaka dari pembahasan yang lebih umum menuju pembahasan yang lebih spesifik.

Alur dapat dimulai dari teori atau konsep utama, dilanjutkan dengan pembahasan variabel atau fokus penelitian, penelitian terdahulu, kemudian diarahkan pada research gap dan posisi penelitian.

Cara Membuat Kajian Pustaka Tidak Sekadar Ringkasan

Salah satu hal penting dalam menyusun kajian pustaka adalah menghindari pola penulisan yang hanya merangkum sumber satu per satu.

Contohnya, penulis menjelaskan penelitian A, kemudian penelitian B, kemudian penelitian C tanpa menunjukkan hubungan di antara ketiganya.

Kajian pustaka akan lebih kuat jika penulis melakukan sintesis.

Artinya, penulis membandingkan dan menghubungkan berbagai sumber untuk menghasilkan pemahaman yang lebih terarah mengenai topik penelitian.

Misalnya, beberapa penelitian menemukan hasil yang serupa, sementara penelitian lain menunjukkan hasil berbeda. Perbedaan tersebut kemudian dapat dibahas untuk melihat kemungkinan penyebab atau aspek yang masih perlu dikaji.

Contoh Sederhana Penyusunan Kajian Pustaka

Misalnya penelitian membahas pengaruh penggunaan teknologi pembelajaran terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Kajian pustaka dapat disusun dengan alur:

Konsep teknologi pembelajaran → konsep motivasi belajar → hubungan teknologi pembelajaran dan motivasi belajar → penelitian terdahulu → perbedaan hasil penelitian → research gap → posisi penelitian

Dengan alur tersebut, setiap pembahasan memiliki hubungan dengan fokus penelitian.

Perhatikan Penggunaan Sitasi

Setiap gagasan atau informasi yang berasal dari sumber lain perlu digunakan dan dicantumkan sesuai aturan sitasi yang berlaku.

Peneliti perlu membedakan antara gagasan pribadi dan gagasan yang berasal dari referensi.

Selain itu, pastikan informasi dalam sitasi sesuai dengan sumber aslinya. Jangan mencantumkan sumber yang sebenarnya tidak mendukung pernyataan yang dibuat.

Hindari Plagiarisme

Kajian pustaka melibatkan banyak sumber sehingga penulis perlu memperhatikan cara menggunakan informasi dari penelitian lain.

Jika menggunakan gagasan dari sumber tertentu, lakukan parafrase dengan benar dan tetap cantumkan sitasinya.

Jika menggunakan kutipan langsung, gunakan format kutipan sesuai pedoman yang berlaku.

Mengubah beberapa kata dari kalimat sumber tanpa memahami dan menyusun kembali gagasannya bukanlah cara yang tepat untuk melakukan parafrase.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika menyusun kajian pustaka antara lain:

  • Menggunakan sumber yang tidak relevan

  • Mengandalkan terlalu sedikit referensi

  • Hanya merangkum penelitian satu per satu

  • Tidak membandingkan penelitian terdahulu

  • Tidak menunjukkan hubungan antarpenelitian

  • Tidak menjelaskan research gap

  • Menggunakan sumber tanpa sitasi yang sesuai

  • Memasukkan teori yang tidak berkaitan dengan fokus penelitian

  • Tidak menyesuaikan format dengan pedoman penelitian atau jurnal

Kesalahan tersebut dapat membuat kajian pustaka kurang memberikan dasar yang jelas bagi penelitian.

Checklist Kajian Pustaka

Sebelum menyelesaikan kajian pustaka, peneliti dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Sumber sesuai dengan topik penelitian

  • Referensi yang digunakan relevan

  • Teori utama sudah dijelaskan

  • Penelitian terdahulu sudah dibahas

  • Penelitian terdahulu sudah dibandingkan

  • Hubungan antarpenelitian sudah dijelaskan

  • Research gap sudah terlihat

  • Sitasi sudah dicantumkan dengan benar

  • Tidak ada penggunaan sumber secara sembarangan

  • Kajian pustaka sesuai dengan fokus penelitian

  • Format mengikuti pedoman yang digunakan

Kajian pustaka yang baik membantu peneliti memahami perkembangan pembahasan mengenai suatu topik sekaligus menunjukkan posisi penelitian yang sedang dilakukan. Dengan memilih sumber yang relevan, membandingkan penelitian terdahulu, dan menghubungkannya dengan fokus penelitian, kajian pustaka dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun penelitian secara sistematis.

Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?

Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.

Hubungi Kami / Konsultasi