Penulis
Silvi
Tanggal
07 August 2026
Apa Itu Abstrak dalam Karya Ilmiah? Fungsi, Struktur, dan Cara Menulisnya
Abstrak merupakan bagian singkat yang memberikan gambaran mengenai isi sebuah karya ilmiah. Meskipun ditempatkan di bagian awal, abstrak biasanya disusun setelah keseluruhan penelitian atau tulisan selesai agar informasi yang dicantumkan benar-benar sesuai dengan isi karya ilmiah.
Melalui abstrak, pembaca dapat mengetahui secara umum masalah yang dibahas, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil utama, serta kesimpulan penelitian tanpa harus membaca seluruh tulisan terlebih dahulu.
Bagi penulis, membuat abstrak bukan sekadar mempersingkat isi penelitian. Abstrak perlu disusun dengan tepat agar informasi penting tetap tersampaikan dalam ruang yang terbatas.
Apa Itu Abstrak dalam Karya Ilmiah?
Abstrak adalah ringkasan singkat yang menggambarkan isi utama sebuah karya ilmiah. Abstrak dapat ditemukan dalam berbagai bentuk karya akademik, seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.
Isi abstrak biasanya memberikan gambaran mengenai apa yang diteliti, mengapa penelitian dilakukan, bagaimana penelitian dilaksanakan, serta apa hasil yang diperoleh.
Karena berada di bagian awal, abstrak sering menjadi bagian pertama yang dibaca ketika seseorang menemukan sebuah karya ilmiah. Dari abstrak tersebut, pembaca dapat mempertimbangkan apakah isi penelitian sesuai dengan informasi yang sedang dicari.
Abstrak berbeda dengan pendahuluan. Pendahuluan memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai latar belakang dan alasan penelitian dilakukan, sedangkan abstrak merangkum bagian penting dari keseluruhan penelitian.
Apa Fungsi Abstrak?
Abstrak memiliki beberapa fungsi penting dalam karya ilmiah.
Pertama, abstrak memberikan gambaran singkat mengenai isi penelitian. Pembaca tidak perlu langsung membaca seluruh artikel untuk mengetahui topik dan hasil utama penelitian.
Kedua, abstrak membantu pembaca menemukan karya ilmiah yang relevan. Ketika seseorang melakukan pencarian artikel berdasarkan topik tertentu, informasi dalam abstrak dapat membantu menentukan apakah artikel tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Ketiga, abstrak membantu memperkenalkan hasil penelitian kepada pembaca secara lebih ringkas. Hal ini penting terutama dalam publikasi ilmiah karena pembaca sering harus memilih dari banyak artikel yang membahas topik berbeda.
Apa Saja Isi Abstrak?
Isi abstrak dapat berbeda sesuai dengan jenis karya ilmiah dan ketentuan penerbit atau institusi. Namun, abstrak penelitian umumnya mencakup beberapa informasi utama.
Latar Belakang atau Masalah
Bagian awal dapat menjelaskan secara singkat masalah atau konteks yang menjadi dasar penelitian.
Penjelasan tidak perlu dibuat panjang. Cukup berikan informasi yang membantu pembaca memahami persoalan yang melatarbelakangi penelitian.
Tujuan Penelitian
Tujuan menjelaskan hal yang ingin diketahui, dianalisis, atau dicapai melalui penelitian.
Tujuan sebaiknya disampaikan secara langsung agar pembaca dapat memahami arah penelitian dengan mudah.
Metode Penelitian
Metode menjelaskan secara singkat bagaimana penelitian dilakukan.
Informasi yang dapat dicantumkan antara lain pendekatan penelitian, jenis penelitian, subjek atau objek penelitian, teknik pengumpulan data, atau metode analisis yang digunakan.
Tidak semua informasi metodologi perlu dimasukkan. Pilih informasi yang paling penting dan sesuai dengan batasan abstrak.
Hasil Penelitian
Hasil merupakan salah satu bagian penting dalam abstrak.
Penulis perlu menyampaikan temuan utama yang diperoleh dari penelitian. Hindari hanya menulis bahwa penelitian menghasilkan suatu temuan tanpa menjelaskan inti dari hasil tersebut.
Kesimpulan atau Temuan Utama
Bagian akhir dapat menjelaskan kesimpulan utama atau makna dari hasil penelitian.
Penyampaiannya tetap harus singkat dan berkaitan dengan tujuan penelitian.
Bagaimana Struktur Abstrak yang Umum Digunakan?
Secara sederhana, abstrak penelitian dapat mengikuti alur:
Masalah atau konteks, tujuan, metode, hasil, kemudian kesimpulan.
Alur tersebut membantu penulis memastikan bahwa informasi utama penelitian tersampaikan secara berurutan.
Namun, struktur abstrak tidak selalu sama pada setiap jurnal. Ada jurnal yang meminta abstrak dalam satu paragraf, sementara jurnal lain menggunakan abstrak terstruktur dengan bagian tertentu.
Karena itu, pedoman jurnal atau institusi tetap menjadi acuan utama dalam menentukan struktur abstrak.
Bagaimana Cara Menulis Abstrak yang Baik?
Abstrak sebaiknya ditulis setelah isi utama karya ilmiah selesai. Dengan cara tersebut, penulis sudah mengetahui keseluruhan penelitian dan dapat membuat ringkasan yang lebih akurat.
Mulailah dengan menentukan masalah utama yang menjadi dasar penelitian. Setelah itu, jelaskan tujuan penelitian secara singkat.
Kemudian, jelaskan metode yang digunakan tanpa memasukkan terlalu banyak rincian. Setelah metode, sampaikan hasil utama yang diperoleh dari penelitian.
Bagian akhir dapat digunakan untuk menyampaikan kesimpulan atau temuan utama yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
Setiap kalimat dalam abstrak sebaiknya memiliki fungsi. Hindari kalimat yang terlalu panjang, pengulangan informasi, dan penjelasan yang tidak berkaitan langsung dengan penelitian.
Berapa Panjang Abstrak yang Ideal?
Tidak ada satu jumlah kata yang berlaku untuk seluruh karya ilmiah.
Setiap jurnal, perguruan tinggi, atau lembaga dapat menetapkan batas yang berbeda. Karena itu, panjang abstrak harus mengikuti pedoman yang berlaku pada karya ilmiah tersebut.
Abstrak yang terlalu panjang dapat membuat informasi utama menjadi kurang fokus. Sebaliknya, abstrak yang terlalu singkat dapat membuat pembaca tidak mendapatkan gambaran yang cukup mengenai penelitian.
Yang paling penting bukan sekadar jumlah katanya, tetapi apakah abstrak sudah menyampaikan informasi utama penelitian dengan jelas.
Apakah Abstrak Harus Ditulis dalam Satu Paragraf?
Tidak selalu.
Banyak jurnal menggunakan abstrak dalam satu paragraf tanpa subjudul. Namun, terdapat pula jurnal yang menggunakan format abstrak terstruktur dengan bagian seperti tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
Format tersebut bergantung pada pedoman jurnal atau institusi.
Penulis sebaiknya tidak hanya mengikuti format dari artikel lain. Periksa ketentuan jurnal yang dituju sebelum menentukan bentuk abstrak.
Apa Perbedaan Abstrak dan Pendahuluan?
Abstrak dan pendahuluan memiliki fungsi yang berbeda meskipun keduanya berada di bagian awal karya ilmiah.
Abstrak memberikan ringkasan mengenai keseluruhan penelitian, sedangkan pendahuluan menjelaskan latar belakang, permasalahan, alasan penelitian dilakukan, serta konteks penelitian secara lebih mendalam.
Karena itu, abstrak tidak seharusnya hanya berisi latar belakang.
Abstrak perlu memberikan gambaran mengenai keseluruhan penelitian, termasuk metode dan hasil utama yang diperoleh.
Apakah Hasil Penelitian Harus Dicantumkan dalam Abstrak?
Untuk abstrak penelitian, hasil merupakan informasi yang penting untuk dicantumkan.
Pembaca perlu mengetahui temuan utama penelitian, bukan hanya mengetahui bahwa penelitian telah dilakukan.
Hasil tersebut tidak perlu ditulis secara panjang seperti pada bagian pembahasan. Cukup sampaikan temuan yang paling penting dan berkaitan dengan tujuan penelitian.
Jika terdapat data atau angka yang sangat penting untuk menjelaskan hasil, data tersebut dapat dicantumkan sesuai kebutuhan dan ketentuan jurnal.
Apakah Referensi Perlu Dicantumkan dalam Abstrak?
Pada umumnya, abstrak tidak digunakan untuk membahas teori atau referensi secara panjang.
Fokus abstrak adalah memberikan ringkasan mengenai penelitian yang dilakukan. Karena itu, penulis sebaiknya tidak memenuhi abstrak dengan kutipan atau penjelasan teori yang seharusnya berada pada bagian lain dalam karya ilmiah.
Jika jurnal memiliki aturan khusus mengenai penggunaan referensi dalam abstrak, aturan tersebut tetap harus diperhatikan.
Apakah Kata Kunci Termasuk Bagian dari Abstrak?
Kata kunci biasanya ditempatkan setelah abstrak, tetapi merupakan bagian yang berbeda dari isi abstrak.
Kata kunci digunakan untuk menunjukkan istilah utama yang berkaitan dengan topik penelitian. Pemilihan kata kunci perlu disesuaikan dengan isi artikel dan ketentuan jurnal.
Jumlah kata kunci dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Karena itu, penulis perlu melihat pedoman penulisan sebelum menentukan kata kunci.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menulis Abstrak
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat abstrak terlalu mirip dengan pendahuluan.
Penulis terkadang terlalu banyak menjelaskan latar belakang, tetapi tidak memberikan informasi yang cukup mengenai metode dan hasil penelitian.
Kesalahan lainnya adalah memasukkan informasi yang tidak terdapat dalam isi penelitian. Abstrak harus menggambarkan penelitian secara akurat dan tidak boleh membuat klaim yang tidak didukung oleh penelitian.
Abstrak juga sering dibuat terlalu umum. Misalnya, penulis hanya menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk mengetahui suatu masalah tanpa menyampaikan hasil yang diperoleh.
Selain itu, penulis terkadang menulis abstrak terlalu panjang sehingga informasi penting sulit ditemukan.
Apakah Abstrak Skripsi dan Artikel Jurnal Sama?
Prinsip dasar abstrak pada skripsi dan artikel jurnal sama, yaitu memberikan ringkasan mengenai isi karya ilmiah.
Namun, aturan penulisannya dapat berbeda.
Abstrak skripsi biasanya mengikuti pedoman perguruan tinggi atau program studi. Sementara itu, abstrak artikel jurnal mengikuti pedoman jurnal yang dituju.
Perbedaan tersebut dapat mencakup jumlah kata, format, struktur, jumlah kata kunci, dan ketentuan bahasa.
Karena itu, abstrak skripsi tidak selalu dapat langsung digunakan dalam artikel jurnal tanpa penyesuaian.
Bagaimana Jika Jurnal Meminta Abstrak Bahasa Inggris?
Beberapa jurnal meminta abstrak dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau keduanya.
Jika dua bahasa diperlukan, kedua abstrak harus menyampaikan informasi yang sama.
Penulis perlu memperhatikan istilah akademik ketika menerjemahkan abstrak. Terjemahan yang terlalu harfiah dapat membuat makna berubah atau menghasilkan istilah yang tidak sesuai dengan bidang keilmuan.
Untuk istilah tertentu, penulis perlu menggunakan padanan yang memang lazim digunakan dalam literatur akademik bidang tersebut.
Cara Memeriksa Abstrak Sebelum Dikumpulkan
Sebelum mengumpulkan karya ilmiah atau mengirim artikel ke jurnal, abstrak sebaiknya diperiksa kembali.
Pastikan masalah penelitian sudah tergambarkan dengan jelas.
Pastikan tujuan penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Periksa apakah metode sudah dijelaskan secara singkat dan tepat.
Pastikan hasil yang ditulis benar-benar berasal dari penelitian.
Periksa apakah bagian akhir abstrak masih berkaitan dengan tujuan dan hasil penelitian.
Selain itu, periksa jumlah kata, tata bahasa, istilah, format, serta ketentuan lainnya sesuai pedoman jurnal atau institusi.
Abstrak merupakan bagian singkat yang memiliki peran penting dalam sebuah karya ilmiah. Melalui abstrak, pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai masalah, tujuan, metode, hasil, dan temuan utama penelitian.
Abstrak yang baik bukan sekadar tulisan yang dibuat sesingkat mungkin. Isinya harus mampu mewakili karya ilmiah secara akurat, fokus pada informasi yang penting, dan mengikuti ketentuan penulisan yang berlaku.
Karena setiap jurnal dan institusi dapat memiliki aturan yang berbeda, penulis perlu memeriksa pedoman yang digunakan sebelum menyelesaikan abstrak. Dengan begitu, abstrak dapat menjadi ringkasan yang jelas, informatif, dan sesuai dengan isi karya ilmiah.
Punya Artikel yang Ingin Dipublikasikan?
Temukan pilihan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda dan mulai proses publikasi bersama Pusat Jurnal.